Memasuki Jungle of Knowledge

Setelah  4 minggu menjaga dan memberikan makan untuk telur telur saya, akhirnya tibalah saya di hari yang saya nantikan yaitu, telur saya berubah menjadi ulat. Saya memasuki tahap ulet minggu pertama. Tidak menyangka dalam waktu 4 minggu kebelakang, berusaha konsisten untuk menjaga asupan makan bagi telur saya banyak hal yang terjadi. Baik dalam mengenal diri lebih dalam, membuat mind map serta diskusi seru bersama dengan pasangan. Menguji konsisten dan komitmen dalam mencapai suatu hasil.

Dalam membuat mindmap kemarin, saya sudah mempersiapkan diri saya untuk melangkah menuju Jungle Of Knowledge. Jeng Jeng Jeng… Semoga yakin dengan ilmu yang saya pilih dan saya tidak galau di tengah jalan,sehingga bisa terus konsisten. Nah, Kemarin sempat ada yang bertanya cara membuat mind map bisa seperti itu ? Tips saya adalah, pilihlah satu ilmu yang ingin dipelajari. Yang nantinya pada masa ke depannya, ilmu tersebut bisa dipraktekkan, ada literaturnya yang bisa dibaca bisa direferensikan serta memiliki tahap before after prosesnya. Nanti setelah berhasil dipilih kemudian mulailah kita bisa untuk membuat mind map nya. Mudah sekali tinggal pilih salah satu ilmu yang disenangi dan ingin dipelajari lebih lanjut. Intinya, yakin bahwa ilmu tersebut pasti akan membantu kita mengembangkan potensi diri kita.

Ketika membuat mind map Read A Loud, ada rasa yakin bahwa insyallah ilmu yang saya pilih ini nantinya akan memiliki banyak manfaat. Dan, tak lama berselang saya terpilih mengikuti Seminar Read a Loud bersama dengan iBu Roosie Setiawan Selama satu hari. Jodoh memang tidak kemana, kegiatan ini membuat keterkaitan dengan tugas Pandu 1 dan Pandu 2. Subhanallah, Sungguh Allah Maha Besar. Ketika saya sibuk mencari literasi serta komunitas terkait read a loud, saya justru diberikan kesempatan belajar langsung bersama dengan pakar literasi pendidikan Read a Loud.

Dan benar apa yang disampaikan Ibu Septi, Jika mengikuti suatu kegiatan seminar maka hasilnya harus segera dituliskan agar hasil yang didapat dari seminar tidak menguap begitu saja. Karena dalam suatu seminar ada Topik yang dibicarakan, ada masalah yang dihadapi, ada solusi untuk menyelesaikan masalah  serta ada subjek yang menyelesaikan. Ada proses yang berjalan serta ada hasil yang didapat, dan perubahan yang dialami. Ini menjadi panduan dalam mengisi Pandu 2.

Di modul Pandu 1, kita diminta untuk menegaskan apa yang ingin kita tekuni untuk memasuki Jungle Of Knowledge sumber kemudian sumber ilmu yang ingkin kita pelajari darimana ? -> berfungsi referensi untuk pengembangan ilmu yang dipelajari. Catat hal menarik yang didapat dalam proses belajar, apa yang menjadi dasar atau niat kita menekuni sumber ilmu ini serta rekomendasi apa yang bisa diberikan kepada temen temen yang belum pernah memiliki keterkaitan dalam sumber ini.

Inilah hasil pakem saya agar bisa dipakai dalam menyusuri Jungle Of Knowledge agar tidak tersesat, semoga bisa membantu teman-teman dalam mencari pakem yang ingin dipakai. Berikut adalah Pandu saya dalam menyusuri Jungle Of Knowledge :

Di dalamPicsArt_01-19-12.12.49

Di dalam Pandu 1 ini saya menerangkan dengan jelas sumber ilmu yang saya pelajari, alhamdulilah sesuai dengan apa yang Ibu Septi sampaikan. Semoga on track dalam menyusuri Jungle of Track. Kemudian ini lah hasil Pandu 2 saya, setelah saya memilih satu sumber ilmu .

PicsArt_01-19-12.46.56

Dalam mengisi Pandu 2 inipun, saya berusaha menyerap dan mencatat ilmu yang disampaikan sehingga membantu saya dalam pengisian Pandu 2. Bismillah dalam merdeka belajar….

#merdekabelajar

#belajarmerdeka

#janganlupabahagia

Membuat Mind Mapping Versi Gueehh banget

Belum lama ini mendengar kata Mind Mapping bawaannya sudah berat banget pikirannya. Namun setelah dijalani ternyata cukup mudah. Yang penting adalah kita tahu apa yang mau kita kerjakan dan fokus. Terutama dalam membuat perlu adanya diskusi bersama dengan pasangan. Karena dia yang melihat apa yang ada dalam diri kita dan bisa menjadi potensi manfaat.

Sebenarnya apa itu Mind Mapping ? Menurut Wikipedia.comMind Mapping adalah suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris.

Menurut Tony Buzan, bahwa pemetaan pikiran merupakan salah atau cara untuk mengembangkan kegiatan berpikir dari seseorang dari yang tadinya satu arah menjadi ke segala arah, serta dapat mengambil berbagai macam pikiran ke dalam berbagai sudut pandang. Mind mapping sendiri mengembangkan cara berfikir yang bercabang-cabang dan kreatif. (https://www.romadecade.org/contoh-mind-mapping/)

Pemetaan pikiran sendiri selain dikenal dengan mind mapping, juga sering disebut dengan peta konsep yakni sebuah alat berpikir yang mempunyai manfaat yang sangat hebat bagi kehidupan sehari-hari terutama untuk memahami sesuatu baik pelajaran maupun yang lainnya.

Bagaimana cara membuat mind mapping ? pertama pilih Topik yang mau dijadikan Subjek. kemudian, buat sub topiknya lalu pilih perangkat pendukungnya. Diharapkan dengan menggunakan mind mapping bisa membantu mengerucutkan proses dalam suatu topik yang akan dibahas.

Menggunakan aplikasi apakah yang mudah dalam membuat mind mapping ? Kalau saya pribadi menggunakan Picsart karena memori Hp yang tidak mendukung,hehe. Namun banyak teman seperguruan yang mereferensikan beberapa aplikasi sebagai berikut : Canva, ms visio, Mimind, simple mind, mind meister, simplemind lite map, orbit mind dll. Silahkan dicoba mau download yang mana.

Dalam diskusi tanya jawab dengan Bu Septi disampaikan bahwa agar kita bisa membuat mind mapping dari telur orange yang sudah kita buat. Hal ini membantu supaya kita bisa semakin terarah dalam mengasah potensi yang ingin kita kembangkan ke level berikutnya. Karena itu sangatlah penting merumuskan apa yang sudah kita buat dalam telur hijau, telur merah dan telur orange. Jangan sampai benang merahnya tidak tersampaikan.

Telur hijau : hal apa yang suka dan apa yang bisa

Telur merah : ketrampilan apa yang perlu disukai untuk mendukung telur hijau. Ketrampilan utama atau ketrampilan pendukung yang bisa membuat telur hijau menetas dengan mulus.

Telur orange : Menurunkan ketrampilan pada telur merah dengan menggunakan sumber ilmu serta cara belajar yang gueeh banget dengan sistem merdeka belajar.

Setelah itu pilih salah satu telur orange yang ingin dipilih untuk dimasukkan ke dalam mind mapping. Sehingga peta yang dibuat bisa dibaca kita agar bisa berjalan dalam hutan ilmu pengetahuan. Perlu diingat ilmu yang diambil dari seorang ahli bukan untuk supaya kita menjadi seperti mereka melainkan kita menjadi diri sendiri. Ingatlah untuk fokus pada tujuan kita dengan bermodalkan peta kita. Peta akan mengarahkan kita menuju jalan yang akan kita pilih. Kita harus memilih salah satu telur orange agar kita bisa mendalami ilmu yang kita pilih.

Kemarin ketika Pak Dodik bilang, buatlah semua yang bunda ingikan namun selesaikan satu dulu baru mulai kembali dengan telur yang baru. Tujuannya supaya kita bisa mendalami ilmu secara mendalam dan kita sudah mendapatkan manfaatnya. Apabila dalam perjalannya ada ilmu yang lebih menarik tapi masih berhubungan dengan ilmu yang menjadi Topik pembelajaran maka nanti boleh direvisi, asal jangan lupa tujuan yang ingin dicapai tetap sama.

Jangan lupa membuat mind mapping sesuai dengan keinginan kita, jangan karena lihat orang lain sehingga ikut terbawa arus. Tapi,lihatlah dari apa yang sudah kita buat dalam telur hijau dan telur merah sebelumnya.Dan, jangan memasukkan hal lain yang tidak berada dalam telur sebelumnya hal ini bisa membuat kita menjadi hilang arah.

Saya merenung sambil memandangi mind mapping saya kemarin (ada di postingan sebelumnya), dari beberapa telur saya seperti diberikan benang. Saya terpilih mengikuti kelas loka karya Budaya Dering (Ibu Berdaya Membaca Nyaring) dan setelah mengikuti kegiatan tersebut saya menjadi tercerahkan karena hal ini masuk dalam mind mapping saya, seakan saya diberi pencerahan telur orange apa yang mau difokuskan terlebih dahulu. Dan inilah hasil mind mapping Topik pertama telur orange saya dalam Bunda Cekatan minggu ke-4 sebagai jurnal tambahan.

 

WhatsApp Image 2020-01-13 at 11.33.53

 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Membuat mind mapping supaya konsisten dan selaras dengan potensi

Cuaca sedang mendung terus selama hari hari menuju akhir minggu. Rasanya badan males, padahal masuk kerja. Ya allah,ini ujian, ini ujian.. tanpa terasa kemarin sudah mengumpulkan jurnal minggu ke-3 dan sekarang masuk materi pekan ke-4.

Tidak sabar menunggu materi yang ke-4 karena info yang didapat akan dilaksanakan secara online oleh Special Guest. Penasaran dan mudah mudahan bisa hadir di kelas jika, pangeran dan putri tercinta sudah bisa ditinggal,hehehe..

Kejutannya adalah hari ini materi dipandu langsung oleh suami bu Septi, Bapak Dodik. Penasaran bagaimana seorang Bapak bisa memandu materi yang ibu ibu banget dan penontonya adalah ibu ibu semua. Ternyata, penyampaian Bapak Dodik mengalir dengan lancar, penyampaiannya pun mudah dicerna, bahasa yagn dipakai pun ringan jadi otak yang sudah menjelang stengah watt ini bisa mencerna dengan baik ,, hihi.

Bapak Dodik menyampaikan bahwa jika kita sudah membuat telur orange maka sekaranglah saatnya untuk membuat mind mapping tujuannya adalah supaya kita terarah dan fokus dengan apa yang sudah kita buat. Sebenarnya, saya sudah membuat mind mapping sendiri versi saya. Yang intinya supaya mengingatkan saya untuk fokus dengan apa yang sudah saya canangkan dalam telur orange. Gercep ? Enggak juga, tapi saya pengen agar saya bisa KONSISTEN dan selaras dengan tujuan yang dicapai. pemikiran saya, sama dengan apa yang diucapkan pak Dodik,alhamdulillah. berarti pemikiran saya sudah sesuai dengan materi.

“Kerjakan dulu saja apa yang bisa dikerjakan, catat dulu apa yang diinginkan kemudian pilah pilah kembali. Karena tidak mungkin mengerjakan semua dalam satu waktu sekaligus. Tetap buat mind map sesuai yang “GW Banget”. Teruskan apa yang sudah ditulis.” Ujar Pak Dodik.

Seperti inilah mind mapping saya :

PicsArt_01-10-04.25.29

Berhubung pada sesi tanya jawab bu septi dijelaskan, agar lebih mendetail dalam membuat mind mapping maka nantikan mind mapping terbaru dari saya ya.. 🙂

#jurnalminggu4

#materi4

#kelastelur

#bundacekatan

#buncekbatch1

#janganlupabahagia

#buncekiip

Menggali potensi diri lebih dalam dengan mengenali kemampuan diri sendiri

Alhamdulillah, kuliah bunda cekatan memasuki minggu ke-3 berarti kita sudah mulai belajar lagi materi baru dan menganalisa kemampuan diri kita..Waktu awal masuk kelas matrikulasi saya ingat diminta untuk membuat list kekuatan diri kita dan eksplorasi. Ternyata di Bunda cekatan ini lebih mengupas kulit luar dan dalam kita.

Pada minggu ke-1 kita diminta untuk membuat kuadran suka dan tidak suka, penting dan tidak penting serta aktivitas yang kita sukai apa saja yang bisa menjadi kekuatan kita ke dalam telur hijau. Pada minggu ke-2 kita diminta untuk mengisi telur merah kekuatan positif apa saja yang bisa kita kembangkan agar kita menjadi lebih terstuktur dan focus dengan pengembangan diri kita serta memilih aktivitas yang membuat mata kita berbinar bahagia akan aktivitas itu.

Masuk  minggu ke-3 ini Alhamdulillah materi yang diberikan menjadi telur orange. Yang membuat surprise adalah kita harus semakin spesifik memikirkan ilmu apa saja yang kita perlukan agar kekuatan kita berkembang menjadi lebih baik lagi. Wah, saya langsung membuka kembali telur hijau dan telur merah saya apakah alur yang saya buat sudah sesuai dengan jalur atau belum.

Teringat materi waktu di FB Online dalam kelas Bunda cekatan ini kami diberikan “Merdeka Belajar”. Merdeka berarti bebas lepas. Dhi kita diberikan waktu belajar yang bebas serta sistem belajar terserah kita mau belajar seperti apa. Namun disitulah tantangannya. Dengan diberikan kebebasan terkadang kita terlena olehnya. Komitmen teruji jelas, akankah lengah ditengah jalan atau maju terus melangkah.

Belajar dengan merdeka pun diperlukan “earning” bagaimana cara kita bisa mengambil ilmu dan ‘produce‘menghasilkan ilmu itu hingga bisa terserap oleh kita. Dalam perjalanannya earning bisa menjadi sebuah kerikil jika kita tidak bahagia dalam menjalani “process”.

Bahagia itulah satu kata kunci yang selalu diingatkan selama beberapa pekan belajar ini. Jika kamu ingin mengerjakan sesuatu maka bahagiakan lah diri kamu sendiri agar kerjaan tersebut menjadi sesuatu yang tidak membahagiakanmu, ikhlas untuk dijalani agar hasil akhirnya indah untuk dirimu sendiri. Sungguh sangat mengena dan aku mencoba mengafirmasi kata kata itu. Efek banjir kemarin membuat terisolir tidak bisa keluar rumah membuat saya belajar BAHAGIA padahal hati gundah gulana.

Tapi disisi lain saya jadi lebih mandiri dan berhasil mencari jalan keluar atas suatu hal yang sempat membuat saya bergantung pada orang lain. YAAAA, akibat dulu trauma waktu kecil efeknya sampai sekarang dan saya mencoba afirmasi kata kata bu Septi di hari itu, alhamdulillah membawa perubahan besar pada diri saya dan pujian dari suami.

Atas hal tersebut saya dan suami berdiskusi bersama mengenai tulisan yang telah saya buat dua pekan lalu, apakah ada yang dikeluarkan atau perlu ditambahkan lagi. Karena saya sudah membuat perubahan dalam diri saya, padahal sebenarnya hal sepele banget,hehehe. Suami minta perenungan, dan saya juga mencoba ingat ingat apa yang sudah saya tulis dan sebenarnya apa masih ada keinginan saya yang belum tersampaikan, potensi dalam diri yang belum keluar tapi ada serta mencoba mengenali kemampuan diri sendiri sampai akhirnya inilah telur orange saya :

TELUR ORANGE

Dilihat dari 5 telur diatas, semua merupakan ilmu yang saya mau pelajari lebih lanjut. 2 ilmu terpenting yang ingin saya kembangkan adalah ilmu menulis dan public speaking. Kenapa ? karena, saya suka menulis sebagai salah satu upaya menyalurkan pikiran saya, yang kedua adalah untuk menyajikan sebuah tulisan yang enak dibaca ternyata memiliki kaidah pembelajaran  ilmu terkait. ilmu kedua yang sangat saya pelajari adalah public speaking. Dulu saya sering menjadi MC waktu menjadi event organizer, kemudian di kantor pun sering didapuk menjadi MC. Seiring berkembangnya waktu suami bilang coba sekali kali ikut kelas public speaking biar ada angin segar yang masuk ke pikiran kamu jadi ada hal baru yang bisa dipraktekkan dan bisa juga menambah jam terbang. Selain memang pekerjaan saya adalah marketing yang kudu sering berbicara dengan orang.

untuk ketiga ilmu lainnya menurut saya adalah penunjang. Analisa, benar sekali kita butuh analisa dalam setiap proses pembelajaran yang akan kita lakukan. Karena itu kita harus sering belajar, membaca, mendengarkan pengalaman orang lain terkait aplikasi analisa dalam keseharian mereka. Yang menjadi PR saya berikutnya adalah menentukan skala prioritas dan diskusi interaktif. Saya termasuk tipe yang mauuuuuuu semua dilakukan dan kemarin terkena imbasnya. Badai informasi masuk dan akhirnya tidak kepegang sampai akhirnya HP saya pun menyerah… Ditegur yang diatas secara tidak langsung :(. Akhirnya saya pilih mana yang prioritas dan mana yang tidak. Begitu juga dengan diskusi, saya sedang memperbanyak diskusi dengan suami karena dia juga lagi senang mengarungi dunia digital. Jadi sama sama bebenah diri kembali. Selain dengan suami, saya juga ingin berdiskusi dengan anak anak. Kalau dengan anak sepertinya diskusi bahasanya terlalu berat ya. Diganti jadi bercerita bersama anak anak sehingga saya bisa meluangkan waktu bonding bersama mereka setelah pulang kerja.

Dari yang sudah diuraikan diatas akhirnya saya berhasil mengisi kolom dibawah ini, intinya saya ingin memberdayakan kemampuan yang ada dalam diri saya untuk keluarga dan orang lain yang memerlukan. Sepertinya itu sudah mendarah daging, tapi belum diluruskan dengan keteguhan karena kadang melenceng keluar jalur.

CARA TELUR ORANGE

Bismillah, semoga dengan dibuatnya kerangka ini saya bisa lebih konsisten dan konsisten lagi dalam menjalankan apa yang sudah saya rangkai. Dan, selalu bahagia dalam mengerjakan segala sesuatu hal yang terkait. Tentunya agar segala potensi baik yang ada dalam diri saya bisa keluar dan diasah menjadi kekuatan serta bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Aaminn yra.

#janganlupabahagia

#jurnalminggu3

#materi3

#kelastelur

#bundacekatan

#buncekbatch1

#buncekIIP

 

Kenali Potensi dalam dirimu dan lingkungan sekitarmu

Dalam Tulisan sebelumnya disampaikan bahwa kita harus bis mengisi telur telur hijau untuk mengenal kegiatan apa yang kita sukai dan tidak sukai, yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan. Ternyata materi belajar kemarin memiliki kesinambungan dengan materi kedua. Dan tampaknya saya pun jadi berpikir apakah yang kemarin saya buat apakah sudah benar, sudah sesuai dengan kegiatan diseputar kehidupan dan diri saya ? Masih menjadi sebuah pertanyaan dan pemikiran besar .. Eh, mau berpikir sendiri jadinya pusing sendiri. Niat mau ajak ngobrol suamii untuk mendapat pencerahan yang ada jadinya mau merevisi semua.

Kenapa ? Karena ternyata saya hanya berpikir seputar diri saya sendiri bukan, seputar yang ada di lingkungan diri saya. Huffhh.. Ya allah, maafin hamba. Ternyata hamba berpikiran sempit. Untuglah komunikasi dengan suami walau hanya 10 menit tapi bisa langsung mengangkat awan di dalam angan khayalan saya. Dan, tersentak juga ketika suami menyanggah pembicaraan saya dengan kata kata, yang dibutuhkan dalam ranah penting dan mendesak adalah anak. bukan keinginan kamu,, Kamu perhatikan anak anak sekarang butuhnya apa itu yang menjadi ranah penting dan mendesak kamu. Yesss,baba.. Saya paham sekarang dunia saya sekarang bukan hanya saya pribadi an rutinitas pekerjaan saya.

FB_IMG_1576813655153

Melayang kembali dulu waktu belajar di kelas matrikulasi dan bunda sayang, materi yang diberikan membuat kita para ibu berpikir memutar otak agar bisa memberikan aktivitas bermain bersama anak. Disini saya ingat, saya selalu pulang tenggo agar bisa cepat sampai dirumah dan bermain bersama anak-anak. melihat muka mereka yang ceria ketika bermain dan komen komen mereka yang meminta untuk mengulang kembali permainan di hari lalu. Ya,kenapa itu tidak terpikirkan oleh saya ? saya tidak berpikir kesana semenjak kelahiran anak ketiga saya, memang perhatian dan waktu saya terbagi untuk kakak-kakaknya bayi.

Dalam sesi belajar dengan Ka Pandu Kartika Putra, beliau menyampaikan bahwa penting untuk mengakselerasi proses belajar kita dan kita perlu belajar secara mandiri di tengah banyaknya informasi dan memilah yang bermanfaat. Caranya bisa dengan Kursus atau melalui social media (internet). Tentunya kita juga perlu memetakan diagnosa evaluasi  dengan membuat peta belajar. Petakan apa saja yang perlu dipelajari ?.

Pesan dari Ka Pandu ini sejalan dengan materi kelas lalu, dimana saya rajin browsing mencari bermacam aktivias untuk bermain bersama kakak-kakak. Dan, inilah telur merah saya :

kuadran penting dan mendesak :

sebagai seorang ibu :

  • Manajemen Waktu
  • Bermain bersama kakak kakak
  • Manajemen emosi

sebagai seorang istri :

  • Menjalin komunikasi yang produktif
  • Perhatian
  • Belajar memasak

sebagai seorang wanita :

  • event organizer
  • aktif dalam komunitas, educator
  • belajar menulis

 

FB_IMG_1576813659054

Dan, akhirnya setelah perbincangan dengan baba yang berakhir dengan argumentasi yang tidak sejalan hingga akhirnya, mengerecut menjadi 5 telur merah untuk ketrampilan penting dan mendesak :

  1. Komunikasi Produktif
  2. Manajemen Waktu
  3. Menjadi blogger
  4. aktif dalam komunitas
  5. Event Organizer

Dalam proses pengerucutan ini, saya sadar bahwa tanpa keluarga saya bukanlah siapa-siapa. Tanpa pasangan pun saya juga tidak percaya diri dengan apa yang sudah ada dalam diri saya. Da, saya pun tidak menemukan kebahagiaan jika saya tidak memiliki pasamgan atau anak yang menjadi partner dalam kehidupan saya saat ini. Kalau kata Bu Septi, Bahagialah dengan kegiatan yang kamu lakukan. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelurtelur
#Bundacekatan1
#institutibuprofesional

 

 

Mengenal potensi diri melalui Bunda Cekatan – Fase Telur

Bismillahirahmanirahim..

Alhamdulillah, saya berhasil menyelesaikan perkuliahan bunda sayang (bunsay) batch 4 di Ibu Profesional, dan berkesempatan melanjutkan kembali ke level berikutnya yaitu, bunda cekatan (BunCek) yang dipandu langsung oleh Founder Ibu Profesional, Ibu Septi.

Pada hari awal pembelajaran kami diberkan dongeng serta ilmu belajar mengenai diri sendiri, mencari tahu kelebihan dan kekurangan diri serta kelebihan apa dalam diri kita yang bisa dikembangkan atau menurut isitlah Bu Septi, focus dan perbanyak jam terbang sehingga kelebihan itu bisa terasah.

Jadi, kalau saya petakan dari awal saya ikut kelas matrikulasi kemudian bunsay diawal kami mulai diajarkan untuk mengenal diri kita sendiri kemudian mengenal diri suami dan anak anak. Di level bunsay, kami diminta untuk lebih mengobservasi anak anak dan lebih memperbanyak bonding time bersama keluarga. Hal ini semua berawal dari tahun 2018 dan sampai sekarang.

Dalam kelas BunCek ada tahapan pertama yaitu telur –telur.  Di tahapan telur  telur ini kita diminta untuk memetakan 4 diagram yang berisi dengan 4 kuadran. Bisa dan suka, suka dan tidak bisa, tidak suka dan bisa. Tidak suka dan tidak bisa.

WhatsApp Image 2019-12-13 at 13.29.57

Hal apa saja yang bisa membuat kita bahgia, bisa kita lakukan dan suka kita lakukan ?

Ketika di awal matrikulasi diminta untuk membuat peta, dan saya baru menyadari hal yang saya bahagia lakukan, bisa dan suka adalah membuat acara, beberes, menulis dan sharing atau edukasi mengenai gendongan.

Setelah selesai pada kuadran 1, saya berlanjut pada kuadran 2 adalah hal yang bisa saya lakukan dan tidak suka ?

Setrika.

Alasan kenapa tidak suka adalah, , saya senang dengan sesuatu yang serba rapi namun, menyetrika membuat saya kelelahan dengan aktivitas nyetrika yang numpuk dan kadanga pakain yang sudah saya setrika suka seenaknya diambil sehingga jadi berantakan dan kusut. Jadi saya lebih sennag jika pakaian setelah kering kemudian langsung saya lipat ke dalam lemari. Untuk disetrika ketika akan mau dipakai.

Tetap saja saya mencintai menjadi ibu rumah tangga di ranah public. Aktivitas di rumah saya rindukan, bermain bersama anak. Terkadang jika lelah ada beberapa hal saya delegasikan kepada asisten saya.

Mengutip bu septi, perpanjangkan hal yang disukai dan membuat bahagia. Lalu perpendeklan hal yang kurang disukai, untuk menjaga stabilitas pribadim saya membuat jadwal bekerja dan delegasi.

 Selanjutnya adalah kuadran disukai tapi tidak dapat dilakukan.

Nahhh ini dia, saya senang memasak namunnnn, saya tidak bisa menyalakan kompor dengan menggunakan korek. Singkatnya saya takut berhubungan dengan api. Pernah ada trauma waktu kecil. Tapi, kalau kompor bisa dinyalakan secara otomatis saya bisa memakai kompor,hehehe..kadang suami gemas akhirnya saya dibelikan pematikan otomatis.

Terakhir adalah kuadaran tidak disukai dan tidak bisa dilakukan. Iaah menjahit. Dulu sempat belajar menjahit, sulam dsb. Namun, entah bagaiman hasilnya tidak selalu bagus. Menjahit celana suami pun tidak rapi,, salah satu yang dikomplain ibu mertua saya. Huhuu..

Setelah membuat peta kuadran diri, tahap selanjutnya adaah memilih aktivitas yang membuat saya bahagia, bisa dan suka melakukannya.  Materi Buncek ini seakan klik dengan saya yang ingin memperbaiki diri saya agar lebih mengenal potensi diri.

1. membuat acara,

Sering saya ikut dalam beberapa komunitas untuk membuat acara. Hal ini membuat saya bersemangat dan bergejolak setiap hari penasaran akan seperti apa hari esok sampai dengan hari H acara. Disinipun saya senang bertemu dengan partner baud an bersama mencari solusi bersama.

2. beberes,

dari kecil saya senang dengan sesuatu yang berkaitan dengan kerapihan. Kalau sudah beberes saya suka lupa waktu. Hal ini pun bertambah ketika saya mengenal metode konmari, banyak teman yang meminta saran kepada saya terkait merapihkan rumah.

3. Menulis,

Dulu saya mempunyai cita cita menjadi penulis novel namun tidak kesampaian. Alhasil saya mulai mengenal dunia blog dan saya mulai mencoba menulis di blog yang membuat saya bisa menyalurkan uneg uneg.

4. Sharing atau edukasi .

Bertemu dan berkumpul dengan teman teman baru, mengajarkan mereka mengenai ilmu menggendong yang benar seperti apa, mengoleksi gendongan sampai berakhir dengan mengikuti sertifikasi menggendong.  Sehingga ilmu yang saya ajarkan sesuai dengan kaidahnya.

Tidak menyangka, saya bisa memetakan kuadran ini sehingga mengerucut. Semoga di tahun 2020 saya bisa lebih mengenal diri sendiri dan lebih mengasah potensi yang saya miliki. Materi awal Bunda cekatan  menguatkan saya  Dan selalu ingat carilah kebahagiaan dalam aktivitas yang kamu kerjakan sehingga kamu pun bisa menularkan kebahagiaan itu kepada suami dan anak anakmu.

Dan, tantanganku terbesar saat ini adalah MANAJEMEN WAKTU. Ini adalah pr terbesar saya. Bismillah, semoga saya sanggup menjalani semua aktivitas kegiatan saya. Belajar bersama di Buncek membuat saya terjaga akan semua kesibukan di sela pekerjaan saya.

Nah, bagaimana dengan kalian ? Sudah tau apa kelebihan dan kekurangan nya ? Yuk, Kita coba buat peta potensi diri. 🙂

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Peran Penting Support Pasangan Dalam Era Digital

Siapa yang sering megang handphone pasti sudah tau kalau jaman sekarang informasi serta pengetahuan sudah berkembang dengan sangat cepat. Apalagi jika anda merupakan salah satu pemerhati dunia digital, semua sangat mudah berada dalam genggaman tangan. Semudah itu segala sesuatu bisa terjadi. Pergerakan perekonomian di era digital juga sangat cepat. Dan jika kita malas untuk mengikuti maka kita akan semakin tertinggal. Duuhh,, tidak ada lagi istilah gaptek semua harus melek teknologi di era digital ini. Bisa dengan membaca baca artikel di medsos atau bisa juga dengan mendatangi seminar terkait.

Beruntungnya, saya mendapat kesempatan untuk dapat hadir pertama kali dalam acara Vivatalk dengan tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju. Dari judulnya saja sudah membuat penasaran seperti siapakah pembicaranya serta bagaimana situasi berdiskusinya nanti. Hmmmmm,, sangat bersemangat apalagi topic yang diangkat mengenai perempuan. Apalgi di Bulan desember adalah bulan peringatan hari Ibu.

WhatsApp Image 2019-12-10 at 06.52.28Penulis di acara Vivatalk

Narsum yang dihadirkan kali ini adalah salah satu yang berkompeten dalam bidangnya yaitu,Ibu Sri Danti Anwar sebagai Pakar Gender. Beliau bisa dengan gamblang menyampaikan permasalahan apa saja yang sedang ramai terjadi serta membahas kodrat perempuan dan konstruksi gender.Selain ibu Sri, ada juga Bapak Eko Bambang Sugianto sebagai pemerhatu perempuan dan yang terakhir adalah Diajeng Lestari, Founder Hijup.

Diskusi awal dengan diskusi oleh ibu Sri Danti dan Bapak Eko Bambang dipandu oleh anchor TV one Anna Thealita. Sebelumnya acara dibuka oleh bapak Henky Hendranantha selaku Chief Operating Officer at VIVA Networks.

Perempuan dan laki laki adalah dua jenis manusia yang berbeda. Berbeda dalam jenis kelamin dan kodrat masing masing. Perempuan memiliki kodrat yang hakiki, yaitu : Haid, hamil dan menyusui. Ketiga hal ini tidak bisa digantikan oleh laki laki. Karena itulah ada penyebutan ibu sebagai madrasah di rumah (tempat anak belajar di rumah) dan surga ada di telapak kaki ibu. Diluar itu, perempuan dan laki laki bisa berkarya tanpa batas. Diawal saja diskusi sudah terasa semangatnya.

simbol

Makna simbol gender. Sumber : Batam tribun news.

Saya pun jadi mengingat masa lalu, sewaktu masih ada eyang uti. Eyang mengingatkan saya untuk nantinya bisa membahagiakan suami saya kelak dengan 3 cara : mengenyangkan perut (istri pandai memasak), merapikan rumah (pintar beberes) serta mengurus ranjang. Dan juga dalam memilih suami itu harus memperhatikan 3B (Bibit, bebet, bobot). Dulu saya berpikir ternyata menjadi manusia dewasa banyak hal yang harus dipersiapkan…. Dan, menjadi laki laki itu enak banget, santai hidupnya. Pulang ya tinggal makann mau tidur ya tinggak tidur.

Namun, Bapak Eko Bambang dan Ibu Sri Danti menyampaikan bahwa  Gender adalah peran yang disepakati atau disematkan masyarakat pada laki laki dan perempuan. Sedangkan kodrat adalah pemberian dari kehidupan, perempuan : hamil dan menyusui, Laki laki memiliki kemampuan membuahi. Hal ini yang pada akhirnya membuat perspektif berbeda beda di masyarakat. Seperti, perempuan tidak boleh belajar tinggi-tinggi toh nantinya kalau sudah menikah pasti akan berada dirumah. Sedangkan, laki laki dianggap sebagai mahluk yang berkuasa, mahluk yang produktif, bebas kemana mana. tidak mungkin kan seorang laki laki dibilang, kamu jangan belajar tinggi tinggi toh nanti juga dirumah mengurus anak ??. Inilah perspektif di masyarakat. Perempuan dianggap mahluk yang lemah, karena berpikir menggunakan emosi sehingga akses untuk berkembang menjadi terbatas.

IMG20191203144047

Ibu Sri Danti, Bapak Henky Hendranantha dan Bapak Eko Bambang

Hal seperti inilah yang harus kita rubah. Kita lihat pejuang perempuan masa lampau, RA Kartini. Bagaimana kisahnya beliau ? Tidak boleh belajar, tidak boleh menulis, harus bahagiakan suami, mengurus anak. Sehingga beliau berfikir, seorang wanita harus mempunyai kemempuan dan porsi yang sama dengan laki laki,  maka dari itulah beliau menulis buku berjudul, sehabis gelap terbitlah terang. Agar kedepannya perempuan diberikan hak yang sama.

Jika di masa RA Kartini era digital belum berkembang maka sudah sepatutnya kita di era digital bisa lebih maju dan berdaya. Dimana kesempatan dan kemapuan setiap individu lebih berkembang dengan banyaknya akses informasi. Disinilah konstruksi gender bisa berubah tergantung komitmen setiap keluarga. Karena itu, dibutuhkan support serta komunikasi yang intens dengan pasangan masing-masing. Apa yang ingin dikejar oleh setiap keluarga ? Apakah suami siap memberdayakn sang istri ? Apakah istri siap untuk memberdayakan dirinya sendiri ? Hal hal seperti inilah yang patut kita perhatikan dan dukung agar tidak terjadi ketimpangan gender serta komunikasi yang salah tafsir.

Berkembangnya waktu, dalam era digital sekarng kita sudah bisa melihat banyak laki laki yang tampil dalam program TV masak memasak selain perempuan. Kemudian, perempuan juga sudah banyak yang tampil memberikan materi edukasi dalam ruang public serta entrepreneur. Ketika membuka media social, sudah bayak posisi pemimpin di tempati oleh perempuan, salah 2 nya ibu sri mulyani (mentri keuangan) dan ibu susi pujiastuti (ex mentri kelautan dan perikanan)

Selain itu, sebagai perempuan kita juga harus menghormati maskulinitas laki laki a.k.a suami. Hormatilah dia ketika dia ingin menumpahkan keluh kesahnya, menceritakan kesehariannya dalam aktivitas, peluklah dan beri kehangatan. Maskulinitas bukan hanya berbadan tegap dan berotot namun, menjadi laki laki yang bisa memimpin keluarga, mengayomi keluarga dan tidak melakukan KDRT. Jika ini semua terpenuhi maka akan terjadi komunikasi yang produktif serta ibu sebagai perempuan juga bisa lebih berdaya dan mengurangi terjadinya perceraian.

Peran sumai

Sumber : artikula.id

Untuk itulah diperlukan juga pembagian peran serta partisipasi semua pihak. Kita wajib melibatkan partisipasi semua pihak. Salah satunya dengan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh organisasi profesi, public dan lainnya. Sehingga perspektif masyarkat terkait gender bisa bergeser. Dalam hal ini juga perlu dukungan dari pemerintah terkait peraturan serta kebijakan terkait ini.

Selintas pikiran saya langsung berputar bahwa ada hal hal yang secara tidak langsung saya alami dan memang nyatanya itu paradgima yang beredar di masyarakat. Dan saya  melihat dilingkungan sekitar saya bahkan saudara dekat masih ada yang mengalami  hal tsb. Banyak sekali pr yang harus dilakukan untuk pemberdayaan perempuan apalagi di era digital ini selain harus pintar dalam menuai ilmu kita juga harus pintar dalam menyaring informasi.

Pembicara ketiga adalah diajeng lestari Founder Hijup. Slah satu industry hijab yang sedang naik daun di Indonesia serta dinegara lainnya. Mba diajeng bercerita bahwa bisnis hijup ini pertama kali hanya seluas ruang garasinya aja 3×3 meter. Dan beliau merangkap berbagai macam posisi. Sempat berpikir untuk tidak melanjutkan namun sang suami menyemangati untuk terus lanjutkan mimpi. Suaminya tak lain adalah pemilik buka lapak. Waw, suami istri saling memberdayakan satu sama lain. Menurut saya ini adalah salah satu contoh pasangan berdaya di era digital ini. Sama sam belajar untuk menjadi lebih baik, terus melakukan upgrade ilmu dan diri dan tidak pernah istirahat untuk terus melakukan perubahan baik untuk masyarakt.  Diajeng juga menyampaikan, saat ini masyarakatkan sangat konsumtif bukan produktif. Mindset inilah yang harus kita rubah karena apa ? bayangkan jika persentase konsumtif ini berubah menjadi produktif maka perekonomian Indonesia pun akan menjadi sangat maju dan banyak keluarga yang akan tercukupi ekonominya karena merubah mindset. Konsumtif itu memang mudah namun tidak bisa merubah diri kita menjadi lebih baik lagi malah membuat diri kita menjadi ketergantungan. Kita harus menjadi produktif, selain ilmu kita bertambah kita juga bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain sehingga secara tidak langsung kita juga membantu memberdayakan orang lain dengan ilmu kita.

IMG20191203150255

Diajeng lestari Founder HIJUP. Sumber : pribadi

Jangan lupa juga dalam bekerja di HIJUP belaiu menerapkan, nilai  The Lord dalam corporate values: Trusted (Amanah), Helpful (Fathonah/sidiq), Empower (tabligh), Lean , Open, Result oriented and Dynamic. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa, karena disetiap usaha kita selalu ada andil tuhan.

Menjadi seorang entrepreneur pun kita harus bisa memiliki sebuah konsep unik yang membedakan kita dari usaha lain dan membuat orang teringat dengan identitas usaha kita. Tetap semangat dalam berkarya.. Tidak ada yang sia sia dalam hal ini..

Dan, menurut saya Diajeng adalah satu sosok perempuan berdaya di era digital yang mencoba menggandeng para perempuan lain untuk berkarya, berdaya di masa yang akan datang. Dengan membangun ciri khas mereka masing masing dan saling menyemangati satu sama lain. Karena, masih banyak perempuan yang ingin menjadi berdaya seperti mereka,  namun belum mendapat uluran tangan yang pas dalam menyalurkan keinginan mereka untuk berdaya…

Selamat hari Ibu, untuk seluruh perempuan di muka bumi… percayalah kamu selalu memiliki kesempatan untuk menjadi berdaya, cukup dimulai dengan keinginan dari hati terdalam dan support dari suami sehingga tuhan akan beri jalan kepadamu,,

mother